Bangka Belitung Pasang Alat Pemantau Kualitas Udara, Bantuan KLHK RI

Pangkalpinang-Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memasang alat pemantau kualitas udara, yang merupakan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Alat pemantauan udara ambien secara kontinyu berupa AQMS dimana Kota Pangkalpinang merupakan ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang ditetapkan menjadi salah satu kota yang dibangun stasiun untuk pemantauan kualitas udara ambien secara kontinyu Tahun 2019. Demikian disampaikan Abdul Hadi, Kasi Pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup di Kantor DLH Babel Senin(21/9/20).

Abdul Hadi juga menerangkan dalam pengelolaan peralatan AQMS disediakan juga 1 unit PC, 1 unit tablet, 1 unit indoor display dan 1 unit printer dan ada 38 stasiun yang ada di seluruh Provinsi di Indonesia. Kedepan untuk pulau Belitung juga akan dibangun stasiun serupa di Kota Tanjungpandan.

Dimana tujuan alat pemantauan udara ambien untuk publikasi data pemantauan kualitas udara ambien secara kontinyu baik konsentrasi maupun indeks standard pencemaran udara. Lima (5) tahun kedepan pelaksanaan dan pemeliharaan menjadi tanggung jawab dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

“Adapun parameter kualitas udara dan data iklim yang diukur diantaranya PM10, SO2, CO, O3, NO2, PM25, HC, Kecepatan Angin, Arah Angin, Relative Humidity, Temperatur, Tekanan, Solar Radiation dan Curah Hujan direkam dan dimasukkan ke database. Nanti hasilnya bisa dilihat di layar yang ada di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,”ujarnya.

 

Sumber: 
DLH
Penulis: 
Ratna
Fotografer: 
Ratna
Bidang Informasi: 
DLH